:Imam Diraja Qatar (Bayan diterjemahkan dari Bahasa Arab oleh Ustaz Hamid, Imam Masjid Sri Petaling, Malaysia)
Alhamdulillahirabil'alamin …… Dalam firman Allah SWT, Allah SWT telah menghubungkaitkan kejayaan manusia samaada lelaki dan wanita dengan agama yang sempurna, iman dan amal sholeh. Jadi dalam perkara ini Allah SWT samakan samada lelaki atau wanita, dia orang ajam (bukan Arab) atau orang Arab, dia pemerintah ataupun rakyat, semua mereka, apabila inginkan kejayaan di dunia dan akherat maka tidak dapat tidak mesti bawa agama dalam kehidupan mereka. Maka janji Allah SWT, bahwa Allah SWT akan memberikan kepada mereka kehidupan yang baik, kebahagiaan di dalam kehidupan dunia. Dan juga Allah SWT beri kejayaan kepada mereka di dalam kehidupan kekal abadi.
Bahwa Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala kepada mereka lebih baik daripada amalan mereka sendiri di dunia. Allah SWT menjadikan kita atas hikmah-hikmah yang Allah SWT sahaja mengetahuinya. Tetapi Allah SWT telah memberikan satu tanggungjawab dan tugas kepada kita yaitu berzikir dan bersyukur kepada-Nya. Maka sesiapa di antara hamba-hamba-Nya baik dia lelaki atau wanita yang banyak berzikir kepada-Nya maka dia telah menunaikan tanggungjawab dan tugas yang karena itulah Allah SWT menjadikan mereka. Maka sesiapa yang lebih banyak zikir dan syukur kepada Allah, maka dia adalah orang yang lebih dekat atau hampir kepada Allah SWT. Sebaliknya yang kurang berzikir dan bersyukur kepada Allah SWT, maka mereka jauh daripada Allah SWT sendiri.
Harta benda yang ada disekeliling kita, anak pinak, makanan, pakaian, rumah tangga, yang ada di sekeliling kita, ini sebenarnya Allah SWT berikan nikmat-nikmat ini kepada kita supaya kita sampai dan bersyukur kepada-Nya. Melalui nikmat-nikmat ini kita dapat berzikir kepada-Nya, Melalui nikmat-nikmat ini, kita dapat mensyukuri akan nikmat-nikmat Allah SWT, dan untuk sampai kepada Allah. Ini merupakan perantaraan untuk kita berzikir. Harta, kemewahan, kerja, dan sebagainya adalah perantaraan agar kita sampai dan bersyukur ke hadapan Allah SWT, berzikir kepada Allah. Tapi sedihnya sekarang, perkara-perkara ini, perantaraan-perantaraan ini telah melalaikan kita dari maksud sebenarnya. Maksud sebenar adalah untuk kita berzikir dan bersyukur kepada Allah SWT. Tetapi perkara-perkara ini telah melalaikan kita dari asal maksudnya sebenarnya.
Maka sekiranya perantaraan-perantaraan ini, wasilah-wasilah ini mengganggu dan melalaikan kita daripada maksud-maksud, maka tidak ada harga dan nilai wasilah-wasilah itu kerana dianya telah melalaikan kita dari maksud asal yaitu bersyukur dan berzikir kepada Allah SWT. Allah SWT yang mana telah memberikan tanggungjawab kepada kita untuk berzikir dan bersyukur, kedua-dua perkara ini ada hubungkait satu sama lain. Dan perkara ini adalah sama kepada kita dan kepada umat-umat yang telah lalu. Kita ini adalah umat yang ketujuhpuluh. Sebelum kita telah berlalu 69 ummat. Allah SWT menjadikan umat ini umat yang terakhir dan umat yang mula-mula sekali akan dimasukkan Allah ke dalam syurga. Dan satu kemuliaan yang telah Allah SWT telah beri kepada umat ini selain dari yang tadi adalah Allah SWT telah menyamakan diantara lelaki dan wanita dalam tanggungjawab umat Nabi SAW sebagai Naib atau wakil kepada Rasulullah SAW untuk menyampaikan agama kepada timur dan barat dunia ini.
Maka ini adalah tnggungjawab lelaki dan wanita bersama-sama. Allah SWT telah muliakan umat ini. Bahwa di dalam AL-Qur'an Allah SWT telah menyebut,"Kamu adalah sebagai umat yang dikeluarkan untuk sekalian manusia." Bahwa ini adalah satu kemuliaan yang Allah SWT beri kepada umat ini. Tetapi kemuliaan ini akan kita dapat apabila kita menunaikan tanggungjawab kita yaitu menyeru kepada ma'ruf, dan mencegah munkar. Maka apabila umat ini bangun menunaikan tanggungjawab ini samada lelaki atau wanita, maka mereka akan mendapat kemuliaan daripada Allah SWT, bahwasanya mereka adalah umat terbaik di kalangan semua umat. Juga Allah SWT berfirman bahwa lelaki yang mukmin dan wanita yang mukmin, mereka adalah saling bantu membantu di antara satu sama lain. Mereka menyeru kepada ma'ruf mencegah daripada munkar. Dan juga Allah SWT akan meng-islahkan, memperbaiki zuriat, keturunan kita, anak-anak kita, dengan buat usaha agama.
Maka wanita sama-sama berganding bahu dengan suami mereka dalam buat usaha agama, memberi sokongan dalam melakukan usaha agama, maka Allah SWT akan memperkuat lagi suaminya dalam buat usaha agama. Maka banyak manusia-manusia yang akan dapat hidayah di atas tangan suami mereka. Lantaran itu, kerana wanita telah memberi sumbangan, tenaga, dan sama-sama membantu suaminya buat usaha agama, maka mereka akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT, sama seperti ganjaran yang didapati suami mereka tanpa mengurangkan sedikitpun ganjaran suami-suami mereka. Dan juga Allah SWT akan memperbaiki zuriat mereka, keturunan mereka, anak-anak mereka. Karena janji Allah SWT," Orang-orang yang beriman, anak-anak mereka, yang mengikut, maka di akherat nanti Kami akan samakan zuriat-zuriatnya dengan mereka di akherat kelak." Maka Alalh SWT akan memperbaiki keturunan kita, anak-anak kita, keluarga kita berkat daripada usaha agama. Maka apabila wanita dia sama-sama memberi sokongan, sumbangan, dan berusaha bersama-sama dengan lelaki, maka dakwah lelaki akan menjadi kuat. Dakwahnya akan berkesan.
Karena sebenarnya, setengah iman lelaki adalah wanita. Setengah iman lelaki adalah isterinya sendiri. Kalau isterinya sama-sama memberi sokongan, sama-sama memberi galakan, sama-sama mengambil bagian bersama suami dalam menyempurnakan tanggungjawab-tanggungjawab usaha dakwah, maka Allah SWT akan menjadikan dakwah suami menjadi lebih mantap, lebih kuat. Kalau tidak, Allah jadikan seperti orang yang limbung. Bahwa dia tidak dapat bergerak dan berjalan dengan baik. Dakwahnya tidak begitu kuat, dakwahnya tidak begitu mantap, walaupun dia seorang alim yang besar, walaupun suaminya seorang da'i, yang hebat, walaupun suaminya seorang nabi, walaupun nabinya adalah nabi yang 'ulul Azmi. Itupun apabila isterinya tidak sama-sama mengambil bagian, isterinya tidak sama-sama membantu dan menyokong, maka kekuatannya tidak sampai, kekuatan yang sepatutnya sampai tidak akan sampai. Contoh nabi Nuh AS.
Dia telah berdakwah di kalangan umatnya selama 950 tahun. Tapi isterinya tidak membantu bersama-samanya, isterinya tidak menyokongnya, maka juga akan merosakkan zuriat mereka. Karena daripada ibu tadi, anak akan menyusu benih-benih kesesatan, benih-benih kekufuran. Maka lantaran itu diantara anak-anak Nuh AS, ada yang kufur kepada Allah SWT yang menyekutukan Allah SWT dan memaksiati Allah SWT. Sebagaimana kata Ulama Anak dia dari Kan'an maka terbit zuriat-zuriat mereka yang tidak beriman kepada Allah SWT dan memaksiati Allah SWT. Karena apa? Karena mereka tidak sama-sama membantu suami mereka dalam menjalankan usaha dakwah, menjalankan usaha agama, maka sebagian dari zuriat mereka akan menjadi rusak. Sebaliknya wanita yang sholelah, wanita yang membantu suaminya, yang sama-sama berganding bahu dalam menjalankan usaha dakwah dan kerja agama, Allah SWT akan memelihara mereka, Allah SWT akan melahirkan anak-anak yang sholeh, zuriat yang baik-baik. Seperti mana kita semua tahu kisah Ibrahim AS dan Hajar RA.
Bagaimana begitu cinta dan sayangnya Ibrahim AS kepada isterinya dan begitu sayang kepada anaknya Ismail, masih bayi kecil, maka Allah SWT telah memerintahkan Ibrahim AS untuk menghantar isterinya ke Mekah di tanah yang tandus, sehingga Allah SWT mensifatkan dalam Al-Qur'an, satu wadi atau lembah yang tidak ada tumbuh-tumbuhan, tidak ada air, maka apabila hajar RA, seorang isteri yang taat, patuh kepada suami, bersusah payah dengan suaminya karena untuk agama. Maka dia tidak tanya mau dibawa kemana oleh Nabi Ibrahim. Dia ikut saja bersama-sama. Apabila sampai ke Mekah, tempat yang ditentukan Allah SWT, maka Nabi Ibrahim AS meninggalkan dua beranak dengan sedikit bekalan, dengan sedikit air. Tidak ada apa-apa. Orangpun tidak ada, tumbuhan tidak ada, kehidupanpun tidak ada. Cuma ada asbab-asbab kematian di sekeliling mereka.
Maka apabila Ibrahim AS mencapai untanya untuk beredar, Maka Hajar RA telah bertanya,'Wahai Ibrahim hendak kemana? Dia diam tak menjawab. Hajar RA tanya lagi,"Mau kemana tinggalkan kami?" Itupun Nabi Ibrahim AS diam. Kali ketiga Hajar RA tanya," Apakah Allah SWT yang memerintahkan untuk berbuat seperti ini?" Maka Ibrahim menganggukkan kepala dan mengatakan,"Iya." Maka kata Hajar RA,"Kalau begitu sekali-kali Allah SWT tidak akan mensia-siakan kami." Maka daripada mereka, orang yang berkorban, suami yang berkorban, isteri yang berkorban, anak bayi yang tidak paham apa-apa telah berkorban untuk agama Allah SWT, maka Allah SWT telah melahirkan dari mereka, zuriat-zuriat mereka orang-orang yang baik-baik. Ibrahim AS adalah datuk kepada semua nabi-nabi. Dan anaknya Ishak telah melahirkan nabi-nabi bani israel. Dan Ismail AS adalah datuk kepada nabi kita Muhammad SAW. Yang mana satu nabi yang Allah SWT utuskan dan kesolehan dunia, kebaikan dunia, keamanan dunia, datang dari agama yang dibawa Baginda SAW. Firman Allah SWT," Kamu berada, ikutlah, turutlah millah, bapak kamu, Ibrahim AS." Kita berada diatas millah, agama, cara Nabi Ibrahim AS.
Cuma yang berubah hanya syariat saja, amalan yang dibawa untuk disempurnakan oleh Allah SWT kepada Baginda SAW. Apa cara? Cara untuk agama, untuk datangnya agama ialah perlu pula pengorbanan suami, pengorbanan isteri, pengorbanan anak-anak, maka agama akan datang, daripada zuriat kita akan lahir manusia-manusia yang akan memberi kemanfaatan kepada kita di dunia dan akherat. Allah SWT telah memerintahkan Ibrahim As untuk membina ka'bah. Selesai membina Ka'bah dia mulai naik di atas bukit-bukit di sekeliling itu. Allah SWT telah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyeru. Maka ia telah menyeru."Bahwasanya Allah SWT telah menyuruh membina Ka'abah disini. Maka Allah SWT menyuruh kamu semua untuk melakukan haji. Maka Allah SWT telah menyampaikan suara Ibrahim AS kepada semua manusia yang ada pada masa itu, sehingga janin-janin yang ada dalam rahim ibu-ibu mereka, dan arwah-arwah yang berada dalam arwah, semuanya telah Allah sampaikan suara Ibrahim AS.
Maka Ibu-ibu yang dimuliakan Allah SWT, bahwa Allah SWT tidak suka bahwa ada suatu perkara, sesuatu benda yang melalaikan kita daripada Allah SWT, yang mengganggu urusan kita untuk pengorbanan di jalan Allah SWT. Lantaran itu Allah SWT telah perintahkan Nabi kita Muhammad SAW," Katakanlah wahai Muhammad, jika bapak-bapak kamu, anak-anak kamu, isteri-isteri kamu (suami-suami kamu), keluarga kamu, harta kamu, perniagaan kamu, rumah yang kamu sayang, menyekat kamu, lebih kamu cinta daripada mengorbankan daripada keluar ke jalan Allah SWT dan berjihad di jalan Allah, kamu tunggu, bahwa akan datang sesuatu dari Allah SWT, datang azab dari Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." Maka ibu-ibu yang dimuliakan Allah SWT, disini ulama-ulama kata, bahwa ini merupakan 8 utas tali yang mengikat manusia daripada berjuang di jalan Allah SWT. Berjuang, membelanjakan harta mereka, masa mereka, diri mereka untuk agama Allah SWT, membuat pengorbanan untuk Allah SWT.
Maka oleh karena itu sesiapa saja yang diikat oleh ke-8 tali tadi atau salah satu dari tali-tali tadi maka mereka telah tidak mampu membuat pengorbanan di jalan Allah SWT. Maka tergolong di kalangan orang-orang yang fasik. Dan mereka tidak mendapat petunjuk daripada Allah SWT. Lantaran itu Allah SWT telah menyeru Baginda SAW," Berjihadlah kamu dengan Al-Qur'an dengan jihad yang besar." Ayat ini di dalam surah AL-Furqan. Dan Al-Furqan diturunkan di Mekah. Di Mekah tidak ada apa peperangan. Jadi membaca AL-Qur'an termasuk salah satu dari jihad. Maka di dalam jihad, ada beberapa perkara yang berbeza di antara lelaki dan wanita. Ada yang sama diantara lelaki dan wanita. Yang sama seperti lelaki perlu belajar iman dan agama, wanita juga perlu belajar iman dan agama. Dan jihad bermujahadah dengan diri dia, nafsu dia dalam mempelajari agama, dan mengamalkan agama.
Dan begitu pula lelaki harus berada bersama-sama mereka, maka sesama lelaki bila saja mereka berjumpa, maka mereka menceritakan perkara-perkara yang ada hubungannya dengan agama, perkara-perkara yang ada hubungannya dengan akherat. Begitu juga wanita, apabila datang kawan-kawannya sesama wanita mereka membicarakan mengenai agama, mengenai kebesaran agama, dan kepentingan-kepentingan agama dalam kehidupan. Maka dengan ini ALlah SWT akan menjadikan setiap daripada kita dai-da'i yang menyeru kepada agama Allah SWT. Pelajaran-pelajaran iman dapat kita pelajari dalam majelis taklim, halqah taklim yang kita buat di rumah kita, atau taklim mingguan kita, ataupun orang lelaki bayan di balik tabir seperti ini. Ini juga menunjukkan bahwa para wanita harus berhijab, harus menutup semuanya dari kaum lelaki. Allah SWT telah memerintahkan ummul mukminin supaya berhijab walaupun dari sahabat-sahabat Rasulullah SAW.
Maka jauh, jauh sekali jika kita hendak menganggap atau menuduh bahwa ada sahabat-sahabat yang mau melihat isteri-isteri Baginda SAW dengan pandangan yang serong. Walaupun begitu, Allah SWT menyuruh ummul mukminin untuk berhijab dari sahabat Rhum. Maka siapa kita yang kita kata hati kita bersih dan sebagainya. Lantaran itu yang asal. Tetapi kita hari ini terkesan dengan kehidupan orang-orang kafir, yahudi dan nasrani, maka kita telah mengikut cara mereka. Bagaimana kita dapat mewujudkan suasana? Maka bagi wanita ada medan usahanya, dan bagi lelaki ada medan usahanya. Maka bagi wanita apabila datang kawan-kawan dia, ataupun bertemu kawan-kawan dia di rumah, maka dia bercakap mengenai agama, kebesaran Allah SWT, maka dia terhindar dalam majelis-majelis itu dari perkara ghibah, mengumpat, dan sebagainya. Dan juga mereka usaha, bagi wanita yang paling dekat sekali adalah anak-anaknya. Bagaimana dia dapat mendidik anak-anak dia secara islam, secara agama. Kenapa? Karena ibu-ibu adalah ibu kepada mujahid.
Ibu kepada da'i adalah bermula dari rumah mereka. Bagaimana mereka dapat mentarbiyah anak-anak mereka dengan cara yang ditunjuk Allah SWT, cara agama. Dan juga ada beberapa perkara yang berbeza diantara lelaki dan perempuan. Wanita dalam usaha jihad menyampaikan agama Allah SWT akan dibincangkan sekarang. Maka oleh karena kehidupan kita hari ini terkesan dengan unsur-unsur luar, maka banyak wanita-wanita keluar dari rumah mereka tanpa apa-apa hajat. Mereka mula bergaul dengan lelaki, berdesak-desak dengan lelaki, maka perkara ini sebenarnya, wanita-wanita atau isteri-isteri Rasulullah SAW adalah wanita-wanita di jaman Nabi SAW diperintahkan untuk duduk dalam rumah. Maka mujahadah wanita, jihad wanita, mereka harus berjihad nafsu mereka, bagaimana mereka kembali duduk dalam rumah. Karena keadaan-keadaan ini, Allah SWT menceritakan bagaimana Baginda SAW apabila dia berisra dan miraj, bersama denga Jibrail AS, dan Allah SWT telah gambarkan berbagai siksaan, diantaranya bahwa Nabi SAW telah dipertontonkan seorang wanita yang digantung, diazab dengan digantung rambutnya.
Maka Nabi SAW telah bertanya,'Wahai saudaraku Jibrail, apakah dosa dia, apakah salah dia?" Maka kata Jibrail AS,"Wanita ini keluar daripada rumah menzahirkan rambutnya kepada lelaki-lelaki ajnabiah, lelaki-lelaki yang bukan mahramnya." Walaupun banyak wanita berhaji, bersholat, berzakat, tetapi sekiranya mereka melakukan jenis-jenis dosa yang sebegini, maka Allah SWT akan mengazab mereka. Begitu pula Rasulullah SAW melawati seorang wanita yang disiksa digantung dengan lidahnya. Maka Nabi SAW tanya,"Wahai saudaraku Jibrail, apa kesalahannya?" Maka jawab Jibrail AS," Dia adalah wanita yang menyakiti suaminya dengan lidahnya dan menyakiti jiran-jiran tetangganya dengan lidahnya." Maka bagaimana kita dapat memelihara lidah kita supaya jangan sampai menyakiti suami kita dan jiran-jiran kita. Bahkan kewajiban kita bagaimana kita berada di dalam rumah, memelihara diri kita. Karena wanita ini mahal disisi Allah SWT.
Suatu benda yang mahal . Bukan sesuatu yang murah, bukan seperti ubi kentang, siapapun boleh tengok, siapapun boleh memilih. Bahkan dia ini suatu perkara yang mahal macam berlian yang kita beli. Bukan semua orang boleh sentuh berlian kita. Bahkan hanya tuan yang punya yang boleh sentuh. Maka ibu-ibu, mujahadah seorang wanita, bagaimana dia mujahadah-kan diri dia, pahamkan diri dia supaya dia dapat berada dalam rumah. Tugas dalam rumah bahwa dia mesti membimbing, membentuk rijal-rijal, lelaki-lelaki daripada anak-anak dia menjadi mujahid, da'i yang besar. Dapat keluar ke seluruh alam. Begitu juga lelaki dia sibuk di luar, dakwah, menyeru manusia kepada Allah SWT, dengan dia tidak lupa tanggungjawab dia di rumah, bagaimana mewujudkan halqah-halqah taklim, dirumah supaya isteri dan anak-anak dia dapat dengar dasar-dasar iman, dapat mendengar kelebihan-kelebihan alam. Maka dengan ini dapat membentuk satu suasana kerohanian, satu suasana agama yang membawa mereka ke arah kejayaan.
Sekiranya suami tidak ada di rumah, maka isteri itu bertanggungjawab sama-sama untuk menghidupkan, mewujudkan halqah-halqah taklim denga istiqomah dalam rumah mereka. Maka, ada satu kisah yang berlaku di Yordan, Sekali satu jamaah wanita masturat keluar ke satu rumah. Di rumah orang lama. Rumah ini dia sewa. Pada ketika datang jamaah, kebetulan orang yang menyewakan rumahnya kepada orang lama ini mengantar anaknya perempuan yang mengaji di Universiti. Dan dia ini adalah wanita yang keluar rumah tak tutup aurat. Maka ketika anak perempuan ini datang ke dalam rumah untuk mengambil sewa, maka wanita tadi panggil dia duduk sama-sama dengar halqah taklim, dengan hadits, kemudian memotivasi dia, maka terus dia menangis. Maka setelah mengambil sewa, anak gadis tadi balik ke rumah, lalu dia menangis ke ibunya. Ibunya tanya,"Apa hal kamu ni?" Dia diam saja. Ditanya diam saja.
Kemudian dia menangis, sembahyang, menangis, bertobat kepada Allah SWT, sampai pagi. Kemudian tertidur. Setelah bangun, maknya tanya,"Sekarang, pergi tak ke Universiti?" Anak gadis ini kata,"Bagaimana saya mau pergi? Saya selama ini berada dalam kemurkaan Allah SWT." Mak dia macam dia juga. Keluar tak tutup aurat. Trus maknya kata,"Tak apa. Nanti kita pakai purdah dan pergi ke Universiti." Dia tak mau karena disana bergaul orang lelaki dan wanita. Kata anak gadis ini bahwa dia tak akan keluar rumah kecuali berpurdah. Maka maknya pergi ke jemaah tanpa pakai hijab juga, dan cerita mengenai anaknya bahwa setelah kembali dari jamaah ini menangis, dan menangis hingga dia tak mau pergi universiti, dan dia sekarang tidak akan keluar kecuali berpurdah. Jadi Kata maknya,"Saya datang nak pinjam satu hijab daripada kamu." Maka Maknya pun balik ke rumah dengan membawa hijab. Sesampainya di rumah, dia lihat anaknya tertidur, kemudian dikejut-kejutkan anaknya. Ternyata anaknya telah meninggal dunia.
Jadi ibu-ibu, inilah bertepatan dengan perkataan Nabi SAW,"Demi zat yang nyawaku di tangannya ada diantara manusia bahwa mereka-mereka beramal dengan amalan ahli neraka, dan tidak tinggallah dia diantara dia dan neraka satu hasta maka takdir telah mendahuluinya, maka dia beramal dengan amalan ahli surga maka dia dimasukkan Allah SWT ke dalam surga." Maka budak perempuan tadi yang selama ini berada dalam kemurkaan Allah SWT kemarahan Allah SWT, maka Allah SWT mengurniakan kepadanya mati dalam keadaan beriman. Azam bahwa dia tidak akan keluar dari rumahnya kecuali menutup aurat, Maka Allah maafkan dia. Semoga Allah ampunkan dia, semoga Allah masukkan dia ke dalam surga.. Maka kita harus selalu memberi perangsang, dorongan sesama kita supaya kita dapat menjaga syariat-syariat Allah SWT dan kita dapat tasykil suami-suami kita untuk keluar ke jalan Allah SWT, dan ibu-ibu dapat tasykil supaya kita dapat hidupkan halqah taklim di rumah, dan juga dengan mensyuarat dengan pihak suami dan markas dapat bentuk jemaah 3 tunai keluar di jalan Allah SWT. InsyaAllah..
Terima Kasih Tuan Guru
-
Alhamdulillah Allah Taala melapangkan masa Tuan Guru.
Sudi Tuan Guru datang melawat dan memberi tazkirah di KUIS.
Saya menyanjungi Tuan Guru.
MasyaAll...
3 days ago
1 comments:
ohh..aku cuba tasykil gak..Allahumma.. Thabbit qulubana fisabiilik..amin3..
Post a Comment